Manusia terkadang
menilai dirinya sendiri berdasarkan penilaian orang lain terhadap dirinya. Dia lebih
peduli apa kata orang lain tentang dirinya walaupun itu membuatnya tidak dapat
mengekspresikan dirinya sendiri. Reaksi atau action meraka sangat bergantung pada tanggapan orang-orang di
sekelilingnya sehingga terkadang hal tersebut membuatnya sulit untuk
mengembangkan potensi yang dimilikinya. Ia juga menjadi takut untuk mengambil
keputusan mengenai suatu karena khawatir apa kata orang lain mengenai itu.
Setiap manusia
menjalani hidupnya masing-masing dan bertanggung jawab pada hidupnya sendiri. Artinya,
tiap individu memiliki kendali penuh terhadap hidupnya masing-masing. Kita senidrilah
yang memiliki kendali atas hidup kita, bukan orang lain. Mengapa? Seberat apapun
campur tangan atau pengaruh orang lain atas diri kita, tetap saja mengambil
keputusan terakhir adalah diri kita sendiri. Orang-orang yang berada di
sekeliling kita hanyalah merupakan factor luar. Sekuat apa pun meraka mengharapkan
sesuatu atas diri kita, jika kita tidak menghendakinya , kita tidak akan
melakukan harapan atau keinginan dari orang lain tersebut. Yang perlu kita
pikirkan adalah bagaimana caranya supaya kita PeDe dalam menjalani hidup kita
sendiri. Kita tidak lagi bergantung pada pendapat orang lain. Ini bukan berarti
kita tidak boleh menanyakan atau mendengarkan pendapat pendapat orang lain
karena terkadang orang lain dapat lebih melihat kekurangan kita jika
dibandingkan dengan kita sendiri. Kita jadikan pendpat orang lain tersebut
sebagai bahan masukan, tetapi pendapatnya itu bukanlah segalanya.
Segabai seorang
muslimah, kita tidak langsung antipasti bila mendengar sesuatu yang negative mengenai
diri kita dari orang lain. Sebelum merespons tindakan apa yang kira-kira akan
diambil, kita sebaiknya mengintrospeksi diri, apakah benar apa yang orang lain katakana
tentang diri kita. Jika benar, bersyukurlah, Allah Swt, telah mengingatkan kita
tentang kekurangan kita melalui orang lain dan kita masih memiliki kesempatan
untuk memperbaiki kekurangan atau kelemahan tersebut. Bagi seorang muslimah,
suatu kenikmatanlah yang diperoleh ketika orang lain mengingatkan kekurangan
kita. Coba bayangkan kalau kita terus-menerus tidak sadar akan kelemahan kita. Lebih-lebih
kalau kelemahan itu ternyata termasuk kategori “dosa” di mata Allah Swt, lalu
misalnya, tiba-tiba kita meninggal dunia sebelum sempat memperbaikinya. Bagaimana
kita akan mempertanggung jawabkannya di hadapan Pencipta kita? Sebaliknya, bila
orang lain memberi pendapat positif tentang diri kita, ucapkanlah Alhamdulillah
karena semua ini terjadi atas kehendak dan izin Allah Swt, atas diri kita. ^_^
--> Jadikan Pandangan Allah Swt, sebagai yang Utama
Dalam hidup ini, terkadang kita
terlalu paku dengan apa kata orang lain mengenai sesuatu hal. Kita takut
melakukan sesuatu karena khawatir bagaimana penilaian orang lain tentang diri
kita. Sebaliknya, kita mungkin malah berani melanggar rambu-rambu yang
seharusnya tidak kita lakukan karena orang lain “member dukungan” atas apa yang
kita lakukan ini. Pokoknya, pendapat orang lainlah yang selalu menjadi acuan
terhadap setiap langkah kita.
Sebagai seorang muslimah, kita
memosisikan pandangan atau pendapat Allah di atas pendapat manusia karena Allah
adalah Tuhan kita. Sesuatu yang baik menurut manusia, belum tentu baik menurut
Allah. Demikian juga sebaliknya, sesuatu yang buruk menurut manusia, belum
tentu buruk menurut Allah. Ingat, pada hari kiamat nanti, pendapat Allah-lah
yang akan berlaku. Jadi, untuk apa kita sibuk memikirkan pendapat orang lain
bila ternyata di mata Allah, hal itu termasuk yang dilarang. ^_^



0 komentar:
Posting Komentar