Pada suatu hari ada seorang dosen di sebuah universitas. Dia
menyampaikan materi kuliahnya seraya mencoba memecahkan masalah dan
beban hidup para mahasiswanya. Pemecahan masalah itu dilakukan dengan
percobaan ilmiah. Dosen itu kemudian menunjukkan sebuah gelas kepada
mereka seraya bertanya, “Menurut kalian, berapa berat beban air dalam
gelas ini?” Jawaban mereka variatif, antara 50 ml sampai dengan 500 ml.
Atas jawaban mereka itu, dosen itu berkomentar, “Tidak penting, berapa
ukuran mutlak gelasnya. Sebab ukuran beratnya tergantung berapa lama
saya memegang gelas ini. Kalau saya memegangnya selama 1 menit, maka
tidak ada sesuatu yang terjadi. Tetapi jika saya membawa gelas ini
selama 1 jam, maka saya akan merasa letih dan tentu saja tangan saya
akan pegal-pegal. Seandainya, saya membawa gelas ini selama seharian
penuh, maka kalian segera memanggil ambulance. Ukuran gelas ini sama
saja tidak berubah. Tetapi semakin lama saya membawa dan menjadikannya
beban hidup, maka ia akan semakin bertambah berat.”
Jika Anda
terus terbawa dalam masalah dan beban hidup dalam setiap tarikan nafas
Anda, maka ada saat di mana Anda tidak sanggup menahan berat beban itu.
Sebab ukuran berat suatu beban akan semakin bertambah.
Bagaimana
solusinya? Letakkan gelas yang ada di tangan Anda, istirahat sejenak dan
rilekslah. Setelah itu barulah angkat kembali. Dengan kata lain, kita
harus melepaskan sejenak segala beban dan kesulitan hidup agar bisa
mengangkat dan membawanya kembali. Pada saat pulang kerja, lepaskan
semua beban yang Anda pikul dari kantor. Jangan membawa masuk beban itu
ke dalam rumah Anda. Karena esok hari, beban itu akan Anda angkat dan
bawa kembali. Dan, jangan sampai Anda tidak sanggup mengangkatnya karena
tidak istirahat.
(Dikutip dari buku Belajar dari Ayat-Ayat Allah Yang Tersirat; Kisah-Kisah Motivasi Islami Terfavorit, hal. 23-24)
Kamis, 26 April 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar