Jumat, 04 Juli 2014

"Berlabuh di Negeri Takwa"

"Ramadhan sarana tarqiyatul iman”
"Hanya orang berimanlah yang menyibukkan Ramadhan dengan amalan ibadah"
"Perkara puasa itu dibentengi dengan iman"
"Setelah iman, maka yang dihasikan pada bulan Ramadhan adalah kesabaran" 

Sabar ada tiga, yaitu
  1. sabar pada ketaatan
  2. sabar dalam meninggalkan kemaksiatan
  3. sabar ketika ditimpa musibah
Selain iman dan sabar yang kita dapatkan di bulan ramadhan adalah mujahadah.

Tidak dapat mendapat kemenangan tanpa adanya keimanan, kesabaran dan mujahadah.
Kesimpulan dari 3 point yang kita dapatkan di bulan ramadhan yaitu (iman, sabar  mujahadah) bermuara pada takwa.
Takwa itu mengandung makna yaitu Takut dan Hati-hati.

Sehingga takwa itu mengerjakan perintah sesuai keinginan Allah, dan menjauhkan larangan Allah sesuai keinginan Allah.
Kegagalan di bulan ramadhan adalah karena kita melanggar selera/keinginan Allah.
Takwa itu harus bersifat kolektif, bukan individu.
Kisah kolektif takwa diabadikan di dalam alquran, yang membagi 3 golongan,
  1.  Gol. yang melanggar ketaatan Allah
  2.  Gol. yang taat pada Allah dan menasehati gol.1
  3.  Gol. yang taat pada Allah dan menasehati gol.2 untuk tidak menasehati gol. 1
Maka yang selamat hanyalah golongan 2.

Kisah tersebut mempunyai hikmah akan mengajak pada ketakwaan kolektif.
Hingga Ramadhan juga sebagai bulan untuk menyeru kebaikan.
Takwa di bulan ramadhan dapat diaplikasikan sebagai Tarbiayud Dakwah.

Maka percuma ketika di bulan ramadhan kita berlelah-lelah dalam amalan di bulan ramadhan, namun pasca Ramadhan kita hanya menikmati ketakwaan secara individu tanpa menghimpun ketakwaan dalam mengajak pada kebaikan.
Intinya adalah yang dihasilkan di bulan ramadhan:
1. Keimanan
2. Kesabaran
3. Mujahadah/ kesungguhan
Tiga hal tersebut bermuara pada ketakwaan.

Takwa yang semestinya bukanlah untuk dinikmati diri sendiri, namun harus dihimpun hingga menghasilkan ketakwaan yang lain dalam kontek dakwah.

Wallahu 'alam.
Semoga manfaat...


*)oleh: Ust. Hilman Rasyad

0 komentar:

Posting Komentar