"Hanya orang berimanlah yang menyibukkan Ramadhan dengan amalan
ibadah"
"Perkara puasa itu dibentengi dengan iman"
"Setelah iman, maka yang dihasikan pada bulan Ramadhan adalah
kesabaran"
Sabar ada tiga, yaitu
- sabar pada ketaatan
- sabar dalam meninggalkan
kemaksiatan
- sabar ketika ditimpa musibah
Tidak dapat
mendapat kemenangan tanpa adanya keimanan, kesabaran dan mujahadah.
Kesimpulan
dari 3 point yang kita dapatkan di bulan ramadhan yaitu (iman, sabar
mujahadah) bermuara pada takwa.Takwa itu mengandung makna yaitu Takut dan Hati-hati.
Sehingga takwa itu mengerjakan perintah sesuai keinginan Allah, dan
menjauhkan larangan Allah sesuai keinginan Allah.
Kegagalan di
bulan ramadhan adalah karena kita melanggar selera/keinginan Allah.
Takwa itu
harus bersifat kolektif, bukan individu.
Kisah
kolektif takwa diabadikan di dalam alquran, yang membagi 3 golongan,
1. Gol. yang melanggar ketaatan Allah
2. Gol. yang taat pada Allah dan menasehati gol.1
3. Gol. yang taat pada Allah dan menasehati gol.2 untuk
tidak menasehati gol. 1
Maka yang selamat hanyalah golongan 2.
Kisah
tersebut mempunyai hikmah akan mengajak pada ketakwaan kolektif.
Hingga
Ramadhan juga sebagai bulan untuk menyeru kebaikan.Takwa di bulan ramadhan dapat diaplikasikan sebagai Tarbiayud Dakwah.
Maka percuma ketika di bulan ramadhan kita berlelah-lelah dalam amalan di
bulan ramadhan, namun pasca Ramadhan kita hanya menikmati ketakwaan secara
individu tanpa menghimpun ketakwaan dalam mengajak pada kebaikan.
Intinya adalah yang dihasilkan di bulan ramadhan:
1. Keimanan
2. Kesabaran
3. Mujahadah/ kesungguhan
Tiga hal tersebut bermuara pada ketakwaan.
Takwa yang semestinya bukanlah untuk
dinikmati diri sendiri, namun harus dihimpun hingga menghasilkan ketakwaan yang
lain dalam kontek dakwah.
Wallahu
'alam.
Semoga
manfaat...
*)oleh: Ust. Hilman Rasyad




0 komentar:
Posting Komentar