Dan sungguh telah Kami mudahkan Al Quran untuk diingat, apakah ada yang mau mengingatnya? - QS al Qamar: 18 -
Bahwa Allah akan mempermudah
penghafalan Al Quran bagi siapapun yang memiliki niat tulus untuk menghafalnya.
Allah akan memberikan padanya sebuah kondisi yang cocok untuk menghafal al
Quran ketika ia bertekad untuk menghafal al Quran, dan mengarahkan hatinya
dengan bersih kepada Allah serta benar-benar memohon bantuan-Nya.
Yang bilang Quran dijadikan
mudah tuk dipelajari-diingat adalah Zat yang menciptakan isi kepala dan hatimu.
Jaminan itu datang dari-Nya, yang lebih mengetahui kapasitas kepala-hatimu.
Apakah
Quran diturunkan hanya bagi mereka yang lapang waktunya? Apakah kemudahan itu
tidak berlaku bagi mereka yang aktivitasnya terhitung 'padat'?
Apakah
Quran dimudahkan bagi mereka yang duduk di bangku pesantren saja? Dimudahkan
bagi para santri dan calon 'ustadz' saja? adakah pengkhususan seperti ini
di ayat tadi? Jawab oleh hatimu.
Kita sering
mengeluhkan sulitnya mengikat Quran, meski kita sudah meluangkan waktu setiap
ba'da isya dan shubuh. Di lain waktu tanpa Kita sadari Kita bisa menghafal
setengah halaman kurang dari 30 menit. Bukankah ini pertanda bahwa lapangnya
waktu independen terhadap jumlah ayat yang bisa diikat?
2-3 jam
dalam sehari itu sudah sangat cukup. Tinggal kita atur volume hati. Janganlah
berputus asa. Bergembiralah, Quran ini dijadikan mudah bagi siapapun, yang
berprofesi apapun, untuk kepadatan aktivitasnya yang bermacam, asal ia
membuka hatinya kemudian mengucap 'selamat datang' kepada Quran.
Mungkin
kita terlambat, usia sudah kepala dua, tetapi hafalan masih segitu-gitu saja.
Pantas Quran belum menghentak hidup kita. Mungkin setiap ayatnya belum merasuk ke
dalam hati kita. Tetapi, bukan berarti tidak mungkin, kan?
Karena
orang yang menghafalkannya akan mempunyai intensitas interaksi terhadap Quran
yang lebih tinggi daripada yang belum menghafalkannya. Shalat malamnya akan
lebih nikmat. Waktu lebih berkah, in syaa Allah..
Dari situ,
in syaa Allah, ketika berkeluarga nanti kita akan membangun keluarga Qurani.
Jangan sia-siakan masa kecil anak kita, karena itu adalah usia emas untuk
menanamkan Quran ke dalam dirinya. Sehingga Quran mendarah daging dan menjadi
akhlaqnya."
Semangat menghafal Quran. Tidak
ada kata terlambat. Apalagi kalo terlambatnya bisa bareng-bareng kayak di
generasi kita, seru. Dan jangan biarkan generasi anak-cucu kita mendapat nasib
yang sama dengan kita. Hehe ;)
*) kutipan buku "Berbagi Pengalaman Menjadi Hafizh Al
Quran" karya Ir. Abduldaem Al-Kaheel




0 komentar:
Posting Komentar